BEST
PRACTICES
Disusun Oleh:
Munawaroh Tri Handayani, S.Pd.
KELAS 004 PGSD
NO. UKG 201503478852
PENDIDIKAN PROFESI
GURU UNIVERSITAS NEGERI
SURABAYA
September 2022
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,
Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi
|
SD Negeri Karangasem I Surakarta |
|
Lingkup
Pendidikan |
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan |
|
Tujuan
yang ingin dicapai |
Meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang
rendah melalui penerapan model pembelajaran dan meningkatkan pemahaman peserta
didik mengenai pembagian melalui penerapan model pembelajaran Problem
Based Learning Kelas IV SD Negeri Karangasem I Surakarta. |
|
Penulis
|
Munawaroh Tri Handayani, S.Pd. |
|
Tanggal
|
23 September 2022 |
|
Situasi: Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Peserta didik Kelas IV SD
Negeri Karangasem I Surakarta, kesulitan dalam menyelesaikan soal pembagian. Kondisi yang menjadi latar
belakang masalah adalah pembelajaran
konvensional dari guru serta kurangnya media pembelajaran yang digunakan oleh
guru, peserta didik belum menguasai perkalian dan pembagian, kurangnya
pemahaman peserta didik tentang konsep, prosedur, serta proses perhitungan.
Hasil belajar peserta didik lebih dari 50% kurang dari KKM. Selain itu penggunaan TPACK,
media dan penerapan
model pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran masih kurang. Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai
peneliti yaitu meneliti tentang permasalahan yang terjadi selama
proses belajar mengajar
di kelas dan menyelesaikan masalah-masalah khusus
pembelajaran yang dihadapi. |
|
Tantangan : Apa
saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang
terlibat, |
Setelah
dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, maka beberapa
tantangan yang dihadapi adalah: 1. Masih ada peserta didik
yang kurang aktif
dalam kegiatan diskusi
karena peserta didik yang dominan lebih pintar yang banyak menyelesaikan diskusi kelompok tersebut. 2. Alokasi waktu yang kurang, sehingga
ada beberapa siswa yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi. 3. Anggapan
peserta didik belajar matematika itu sulit sehingga membuat peserta didik lesu
dalam menerima pelajaran. Yang terlibat dalam
kegiatan ini adalah peserta didik, guru, teman sejawat
dan kepala sekolah. Tantangan itu yang menyebabkan seorang
guru harus melewatinya dengan berbagai cara
seperti menerapkan media yang sesuai dengan
gaya belajar peserta
didik serta model
pembelajaran yang mendukung. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi
tantangan tersebut diantaranya yaitu: 1. Masih
ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi
karena peserta didik
yang dominan lebih
pintar yang banyak
menyelesaikan diskusi kelompok tersebut. Saya lebih
intens lagi dalam
membimbing peserta didik
yang belum memahami tugas yang akan dilakukan,
agar peserta didik yang masih pasif dalam kegiatan diskusi dapat berperan aktif
di kelompoknya. 2.
Alokasi
waktu yang kurang, sehingga ada beberapa siswa yang belum selesai mengerjakan
soal evaluasi. Manajemen waktu yang harus disesuaikan lagi. Latihan
mengerjakan soal lebih diperbanyak lagi dalam bentuk permainan, misal dengan
kartu domino. 3. Berkaitan
dengan anggapan peserta didik belajar matematika itu sulit. Pada kegiatan pendahuluan pembelajaran saya memberikan motivasi dan apersepsi yang bisa membuat
peserta didik lebih
bersemangat dalam belajar matematika. Menggunakan media peraga BaPel (Bank Apel) dan
benda konkrit berupa permen atau batu kerikil dapat mempermudah belajar
pembagian bagi peserta didik. Yang
terlibat dalam kegiatan ini adalah peserta didik, guru, teman
sejawat dan kepala
sekolah. Sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan
strategi ini adalah guru, jaringan internet, PPT, media pembelajaran (Bank
Apel), benda konkrit berupa batu kerikil atau permen, video (pembelajaran
matematika), LKPD, sound system,
proyektor, layar, dll. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang
dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut? |
Dampak dari penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan penggunaan
media BaPel (Bank Apel) serta benda konkrit dapat membuat pemahaman
peserta didik lebih baik dan lebih termotivasi terhadap materi pembagian
bilangan 1 angka pada kelas IV SD Negeri Karangasem I Surakarta. Peserta
didik bersemangat dan tidak cepat bosan dalam pembelajaran, karena pada saat
pembelajaran peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok serta perkelompok
menjawab soal yang diberikan oleh guru. Peserta didik juga berantusias dalam
memperagakan media pembelajaran. Hasil yang didapatkan selama proses
pembelajaran sangat efektif karena pemilihan model dan media pembelajaran sudah sesuai dengan materi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran berlangsung,
dengan menggunakan langkah-langkah tersebut respon dari lingkungan sekitar yaitu teman sejawat dan kepala
sekolah memberikan respon positif. Faktor
yang menunjukkan bahwa model pembelajaran yang telah dilakukan berhasil
adalah dengan pemahaman peserta didik dalam belajar dan hasil belajar yang di
atas KKM dengan data yaitu dari jumlah keseluruhan peserta didik kelas IV SD Negeri
Karangasem I Surakarta sebanyak 28 anak, 25 peserta didik sudah tuntas dan
memperoleh nilai di atas KKM dengan persentase ketuntasan 89,2 %. Sedangkan
yang nilainya tidak mencapai KKM ada 3 peserta didik dengan persentase 10,7 %.
Oleh karena itu, dengan Model Problem
Based learning yang dipadukan dengan media BaPel (Bank Apel) yang menarik
serta benda konkrit dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada
materi pembagian 1 angka. |

